HomeNewsIndeks BeritaGaleri FotoArtikelTips Untuk AndaWisata BoyolaliBuku TamuLinksHubungi KamiForum KitaOpini (New!!!)
Home arrow Artikel arrow Cerita Inspirasi arrow Kisah Seorang Tukang Kayu . . .
 
 
MENU UTAMA
Home
News
Indeks Berita
Galeri Foto
Artikel
Tips Untuk Anda
Wisata Boyolali
Buku Tamu
Links
Hubungi Kami
Forum Kita
Opini (New!!!)
DIREKTORI BISNIS
Advertising
AgroBisnis
Entertainment
Fotografi dan Video
Hotel
Jasa Internet
Kerajinan/Galeri
Kesehatan
Komputer
Makanan dan Restoran
Pendidikan
Penyiaran
Perbankan, Lembaga keuangan
Tata Rias, Kecantikan
pulsa murah untuk Anda

 

Kisah Seorang Tukang Kayu . . .
Seorang tukang kayu yang sudah beranjak tua ingin berhenti bekerja dari Tuannya. Dia ingin berhenti karena ingin menikmati masa tuanya. Tukang ini merupakan kesayangan tuannya karena keahliannya dalam membuat rumah yang indah dari kayu.

Tukang kayu ini kemudian mengemukakan keinginannya kepada Tuannya. Tuannya tidak menolak keinginan si Tukang Kayu, tetapi dia hanya meminta tolong kepada tukang kayu agar membuatkan sebuah rumah lagi sebelum berhenti bekerja.

“Sebelum kamu berhenti, tolong buatkan saya sebuah rumah. Anggap saja ini rumah terakhir yang kamu buat “, demikian ucap Tuan dari tukang kayu.

Si tukang kayu menyanggupi permintaan tuannya. Kemudian tukang kayu mulai mengerjakan pembuatan rumah. Selama membuat rumah, hatinya sudah dipenuhi keinginan dan angan-angan berhenti dari kerja, sehingga dia mengerjakan rumah itu tidak sepenuh hati. Seperti pekerjaan menyerut, mengepas, dan bahkan pekerjaan finishing dia kerjakan tidak teliti, yang penting rumah ini sudah jadi. Dia juga tidak begitu perduli dengan kualitas kayu-kayu yang akan dipakai dalam membuat rumah.

Akhirnya, setelah tiga bulan bekerja, selesailah rumah pesanan Tuannya. Tentu saja rumah tersebut jauh dari indah seperti yang biasa dia buat.

Si tukang kayu kemudian menghadap ke tuannya dan mengatakan bahwa permintaan tuannya sudah dipenuhinya. Tuan tukang kayu langsung mengajak si tukang kayu ke rumah tersebut.

“Dari awal saya sudah berniat memberi suatu hadiah kepada Bapak, waktu bapak ingin berhenti dari perusahaan saya” Tuan dari tukang kayu memulai bicara.

“Nah, rumah yang Bapak buat inilah yang akan saya hadiahkan kepada Bapak. Terimalah Pak” lanjut Tuan dari tukang kayu tersebut.

Si tukang kayu mendengar kata tuannya langsung kaget, dan menyesal sekali. Kenapa waktu membuat rumah ini dia tidak bersungguh-sungguh, memilih material yang paling baik, mengerjakan dengan sepenuh hati seperti dulu yang pernah dia lakukan.

Demikian juga kehidupan kita di dunia ini. Kita masing-masing mempersiapkan bangunan rumah yang akan kita tempati di akhirat. Monggo memilih mana yang diinginkan. Mempersiapkan rumah sungguh-sungguh dengan mentaati perintah-perintah Allah s.w.t atau mengambil pilihan lain.


Update terakhir ( Tuesday, 21 April 2009 )
 


Gunakan Browser FireFox, lebih cepat, lebih aman. Klik untuk Download :

Other Resources